:

Diskominfo Bangkalan Bekali Siswa SMPN 7 Etika Bermedia Sosial dalam MPLS Ramah

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

BANGKALAN I MaduraNetwork.id - Memasuki era digital, kemampuan menggunakan media sosial secara bijak menjadi bekal penting bagi generasi muda. Untuk itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, memberikan materi bertajuk "Sopan dan Santun Bermedia Sosial: Menjadi Pelajar Berkarakter di Dunia Digital" kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMP Negeri 7 Bangkalan, Kamis (16/7/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, Zainal mengajak para siswa menjadikan media sosial sebagai ruang untuk belajar, berkarya, dan berbagi informasi yang bermanfaat, bukan sebagai sarana penyebaran ujaran kebencian, perundungan, maupun berita bohong (hoaks). Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi harus diimbangi dengan penerapan etika digital agar para pelajar mampu menjadi pengguna internet yang cerdas dan bertanggung jawab.

 

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya menghargai pendapat orang lain, menggunakan bahasa yang santun, berpikir sebelum mengunggah konten, serta memahami bahwa setiap aktivitas di internet akan meninggalkan jejak digital yang dapat memengaruhi masa depan seseorang.

 

Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai bahaya cyberbullying, dampak yang ditimbulkan bagi korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami perundungan di ruang digital. Peserta didorong untuk tidak mudah terprovokasi, menggunakan teknologi secara bijak, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana mengembangkan potensi, kreativitas, dan prestasi.

 

Di akhir sesi, seluruh peserta diajak membangun komitmen bersama untuk selalu berkomentar dengan sopan, tidak melakukan perundungan terhadap teman, tidak menyebarkan hoaks, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

 

Kepala Diskominfo Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mengatakan bahwa literasi digital perlu ditanamkan sejak dini agar para pelajar tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang baik dalam setiap aktivitas di dunia maya.

 

"Anak-anak saat ini adalah generasi digital yang hampir setiap hari berinteraksi dengan internet dan media sosial. Karena itu, mereka harus memahami bahwa etika di ruang digital sama pentingnya dengan etika di kehidupan nyata. Pikirkan sebelum mengetik, saring sebelum bertindak, dan biasakan menyampaikan pendapat dengan bahasa yang santun," ujarnya.

 

Ia menambahkan, jejak digital yang dibangun sejak usia sekolah dapat memberikan pengaruh besar terhadap masa depan seseorang. Oleh karena itu, para pelajar diharapkan mampu memanfaatkan media sosial secara positif untuk mendukung pengembangan diri.

 

"Apa yang kita unggah hari ini bisa menjadi rekam jejak yang akan dilihat di masa depan. Gunakan media sosial untuk belajar, berkarya, mengembangkan bakat, serta menyebarkan hal-hal yang positif. Dengan begitu, kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pelajar yang berkarakter, cerdas, dan bertanggung jawab di dunia digital," pungkasnya. 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *